.


DILARANG MEROKOK BLOG INI BER AC

Puguh Kribo- Twin Guitaris

Puguh Tri Wibowo, ST,SH, akrab dipanggil Puguh Kribo, lahir di surabaya, 24 desember 1976. Belajar gitar bermula dari sering melihat dan mendengarkan musik gospel di kotanya.  Sejak itu mulai timbul keinginan untuk mempelajari musik khususnya alat musik guitar.  Saati di bangku SMP kelas 1 di SMPK YBPK di Wiyung Surabaya, ia  mulai memainkan alat musik gitar bersama teman-teman satu kelas yang suka musik, dan pada waktu itu sebatas belajar bermain rhythm.

Tahun 1995 hingga 2000 ia mulai mengenal musik yang rumit, seperti Yngwie, Van hallen, Skid Row, White Lion, Pantera, Metallica, ,dll.  Saat itu ia memperkuat dan mempertajam fill serta kemampuan musiknya dengan belajar di berbagai sekolah musik setempat di Surabaya.  Namun ia tidak berhenti sampai disitu saja, melainkan terus mengembangkan kemampuan dalam mengolah skill dan mengeksplorasi lagu-lagu dan scale yang menjurus pada kemampuan mengasah otak.

Tahun 2002-2008 ia mendirikan studio musik Zieltro di kotanya, dan juga menjadi instruktur gitar di studio tersebut.
Di tahun yang sama ia juga mengikuti contest Deanguitars.com dengan mengirimkan video ke www.deanguitars.com dan sempat menjadi contestan dengan polling tertinggi tingkat dunia yang di adakan oleh www.deanguitars.com.
Masih di 2008, ia berinisiatif membuat VCD “Speed Picking” dan alternate picking serta improvisation.

Awal Januari 2009 hijrah ke Jakarta, dan sempat menjadi instruktur gitar electric dan classic di sebuah sekolah musik di Jakarta Barat, sebelum akhirnya bergabung di GSI pada Juni 2009.  Bagi para gitaris penggila speed playing, sosok Puguh ini adalah orang yang tepat untuk ditimba ilmunya.  Inovasi terbarunya adalah “bermain gitar dengan senar terbalik”, yang saat ini tengah dieksplorasi.  Masih banyak lagi inovasi kreatif dari gitaris ini yang sudah pasti akan mengejutkan para gitaris-gitaris muda tanah air. Untuk info lebih jauh silakan kunjungi website resminya di  http://www.xhredder.com/

" Pada tgl 3 pebruari 2010 Puguh kribo menerima penghargaan dari MUSEUM REKOR DUNIA INDONESIA atau MURI , di MOI (mall of indonesia) jl boulevard barat kelapa gading jakarta utara. Penyerahan penghargaan ini diberikan oleh ibu walikota jakarta pusat Prof.Dr.Hj.Sylvi ana murni SH, Msi. Dan piagam penghargaan ini masuk dalam kategori "PEMAIN TWIN GUITAR MENGGUNAKAN DUA TANGAN SECARA BERSAMAAN"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jimmy Hendrix - music profiles


Terlahir dengan nama Johnny Allen Hendrix yang kemudian diganti menjadi James Marshall Hendrix oleh ayahnya, James "Al" Hendrix. Jimi semasa kecilnya sering berpura-pura menjadi gitaris setelah menyaksikan penampilan B. B. King. Ia menggunakan ukulele sebagai gitarnya. Melihat ketertarikan Jimi pada gitar, kemudian ayahnya membelikan dia sebuah gitar second hand seharga 5 dollar pada saat ia berusia 16 tahun. Ia pun bergabung dengan grup band pertamanya, The Velvetones yang hanya bertahan selama 3 bulan. Pada musim panas berikutnya ayahnya membelikan gitar elektrik Supro Ozark 1560 S. Kemudian ia bergabung dengan band The Rocking Kings.

Tahun 1961 ia meninggalkan Inggris untuk hijrah ke Amerika Serikat. Ia menjadi salah satu prajurit United States Army. Namun sebuah cedera yang ia dapatkan saat terjun payung memaksanya batal untuk menjadi prajurit. Ia pun mulai menjadi gitaris cabutan dengan nama Jimmy James. Disini ia bertemu Little Richards dan kemudian membentuk bandnya yang bernama Jimmy James and The Blue Flames. Awal tahun 1965, Jimi bermain dalam sebuah acara kecil di kawasan Greenwich Village. Dalam sebuah jam session kecil dengan bassis grup Animal, Chas Candler. Chandler sangat terperana melihat permainan Jimi. Hingga setahun kemudian ia mengajak Jimi untuk kembali ke London dan membentuk band mereka dengan memasukkan drummer Mitch Mitchel. Chas Candler sendiri lebih memilih menjadi manager dan posisi bassis diisi oleh Noel Redding. Band tersebut diberi nama Jimi Hendrix Experience dan mulai menjadi pembicaraan di London sepanjang tahun 1966.

Single pertamanya, Hey Joe berhasil masuk kedalam Top UK Charts selama 10 minggu. Melihat antusiasme yang bagus, Jimi cs segera merelease album Are You Experienced?. Dengan memuat nomor-nomor seperti Purple Haze, The Wind Cries Mary, Foxey Lady, Fire, dan Are You Experienced? di masa mendatang, album ini merupakan album rock terpopuler sepanjang masa. Selain itu, album tersebut menjadi sangat fenomenal dan meroketkan nama Jimi Hendrix. Setiap penampilannya selalu ditonton ratusan bahkan ribuan orang.

Sukses album pertama membuatnya segera merampungkan album berikutnya, Axis: Bold As Love pada tahun 1968. Di album ini ia berusaha keras mengeksplorasi permainan gitarnya. Ia kemudian kembali ke Amerika untuk membangun studionya yang bernama Electric Lady Studio yang berlokasi di kota New York.

Bulan Agustus 1969, Jimi Hendrix tampil dalam salah satu event musik terbesar di Amerika, Woodstock. Kali ini ia tidak membawa nama Experience, tetapi bersama Gypsy Sun & Rainbows yang juga menampilkan Mitch Mitchell, Billy Cox, Juma Sultan, dan Jerry Velez. Namanya semakin berkibar sebagai gitaris nomor satu dunia. Semua penonton yang menyaksikan permainan gitarnya begitu terpukau. Ia menampilkan aksi solo gitar yang dirangkai dengan aksi panggung yang liar seperti memetik senar gitar dengan menggunakan gigi, membakar gitar, memainkan feedback, distorsi, dan aksi merusak gitar lainnya. Setelah itu ia membentuk grup baru yang bernama Band of Gipsy dan melepas album Hendrix: Live At The Fillmore East in 1999. Setahun berikutnya ia kembali membentuk Jimi Hendrix Experience dan merampungkan album yang berjudul First Rays Of The New Rising Sun. Namun sebuah tragedi menyebabkan ia tak bisa merasakan hasil jerih payahnya dalam album tersebut. 18 September 1970 ia ditemukan tewas. Di sampingnya ditemukan sejumlah pil tidur. Polisi mengatakan ia tewas akibat overdosis. Penampilan terakhirnya sebelum tewas yaitu bersama band asal Amerika yang bernama War di Ronnie Scott's club, London.

Semua orang tidak akan menolak apabila dikatakan bahwa ia adalah pelopor dan inspirator terbesar dalam permainan gitar yang berkembang di abad ke-20. Karya-karyanya selalu menjadi referensi para gitaris-gitaris baik yang masih pemula maupun yang sudah master sekalipun. Ia yang mempopulerkan trik-trik bermain gitar elektrik seperti Feedback dan distorsi yang akhirnya dipakai oleh semua gitaris yang menggunakan gitar elektrik dimasa depan. Sudah tak terhitung banyaknya gitaris yang menjadikannya sebagai influence musik terbesar mereka. Nama-nama seperti Brian May, Yngwie Malmsteen, Ritchie Blackmore, Steve Lukather, Eric Clapton, Slash, Joe Satriani, Paul Gilbert, dan Steve Vai hanyalah sedikit dari gitaris-gitaris yang terinfluence permainannya. Bukan hanya permainan gitarnya saja yang banyak dicontek, tetapi lagu-lau karyanya seperti Little Wing, Voodo Child, dan Red House menjadi lagu-lagu yang paling sering dibawakan baik dalam bentuk penampilan Live maupun rekaman. Dalam setiap voting atau polling di majalah-majalah, ia selalu terpilih sebagai The Greatest Guitarist All Time.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS